Minggu, 03 Januari 2016

KEGIATAN PERENCANAAN STUDY LANJUT DAN KARIR


KEGIATAN PERENCANAAN STUDY LANJUT DAN KARIR



PERENCANAAN
Layanan ini direncanakan untuk membantu perkembangan  siswa melalui pemberian bantuan kepada setiap siswa untuk memilih dan menggunakan setiap kesempatan dan sumber kemungkinan yang tersedia di dalam sekolah ataupun dipasaran kerja dalam masyarakat. Dengan bantuan ini diharapkan setip siswa dapat mengembangkan diri secara optimal. Secara khusus, kegitan perencanaan study lanjut dan karir sangat membantu siswa untuk menyesuaikan diri dalam situasi baru, sehingga mereka dapat memperoleh kepuasan didalam proses penyesuaian tersebut dan oleh karena itu mereka dapat tumbuh. Jika kita secara wajar dapat menerima bimbingan  sebagai proses perkembangan, di mana kepada individu diberikan bantuan untuk mengerti, menerima diri, dan menggunakan kemampuan bakat serta minat dan pola sikap yang berkaitan aspirasinya, kita harus memasukan penempatan pendidikan dan pekerjaan dalam fungsi layanan perenanaan karir. Berdasarkan perencanaan karir, bantuan kita berpusat pada kebahagiaan siswa dalam proses penyesuaian terhadap situasi baru, baik dalam pendidikan maupun pekerjaan. Sehingga siswa lebih mampu berkembang bebas dan bijaksana dalam mengambil keputusan serta pilihan, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat luar

Studi Lanjut
Program tindak lanjut merupakan lanjutan dari program layanan penempatan, karena program ini berguna bagi siswa pada dua tingkatan perkembangannya, yaitu pada waktu pendaftaran diri masuk ke sekolah dan pada waktu meninggalkan sekolah. Karena itu Trexler membagi layanan tindak lanjut menjadi dua, yaitu program tindak lanjut bagi siswa disekolah dan bagi siswa yang akan meninggalkan sekolah. Umumnya para konselor tidak mempunyai waktu untuk memfikirkan program tindak lanjut bagi alumni.
Program tindak lanjut bagi siswa yang masih disekolah sangan berguna untuk mengamati sejauh mana layanan penempatan dan konseling telah berhasil bagi siswa. Program tindak lanjut ini cukup kompleks dan membutuhkan banyak waktu. Dalam program ini pembimbingan dapat membantu konseli dapat melaksanakan keputusannya atau melakasakan rencananya. Karena itu dalam aktifitas program tindak lanjut, sasaran utama konselor adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
a.       Sejauh mana siswa mengikuti rencananya yang telah dikembangkan sebelumnya?
b.       Sejauh mana ia dapat mengatasi situasi sekarang?
c.       Apakah situasinya telah berubah, sehingga siswa membutuhkan prosedur lain?
d.      Dalam kondisi perkembangan sekarang, apakah ia membutuhkan bantuan untuk memodifikasi rencananya?
Melaui jawaban  terhadap pertanyaan-pertanyaan diatas, konselor mencoba menilai kemajuan siswa untuk mencapaian tujuannya. Dengan layanan tindak lanjut diatas, rencana siswa, penempatan siswa dalam situasi pendidika atau pekerjaan yang baru, perkembangan berikutnya dapat diikuti dan dapat dibantu.

BIMBINGAN KARIR
        Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap individu agar individu yang bersangtkutan dapat mengenal dirinya, memahami dirinya dan mengenal dunia kerja, merencanakan masa depannya dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, untuk menentukan pilihannya, dan menambil suatu keputusan bahwa keputusannya tersebut adalah yang paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tuntutan karir yang dipilihnya. Pada masa kini sekolah cenderung menjadi pusat tenaga kerja karena para lulusannya akan masuk dalam pasaran kerja. Konsep sekarang menyatakan bahwa sekolah harus mempersiapkann  anak untuk mendapatkan pekerjaan, baik sebagai tenaga lepas atau tenaga purna-waktu. Konsep ini dapat berjalan baik apabila kurikulum sekolah relevan dengan kebutuhan  masyarakat. Karena itu sebaiknya sekolah memiliki biro khusus yang mengatur layanan kegiatan perencanaan karir. Layanan ini dapat dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling dan dapat bekerjasama dengan departemen tenaga kerja setempat dalam memberikan informasi ke siswa. Menurut Bottoms, program layanan perencanaan karir akan memberikan rasa aman dalam diri siswa dan mengembangkan perasaan percaya pada diri sendiri. Layanan perencanaan karir tidak hanya sekedar mendapatkanh kerja, tapi bagaimana para siswa yang kelak sudah mendapatkan pekerjaan dapat dengan baik menyesuaikan diri dalam situasi kerja dan merasakan nilai-nilai sosial.

1.       Pentingnya Bimbingan Karir
Melihat jaman yang semakin berkembang maka peserta didik harus memahami pentingnya bimbingan karir. Dengan berorientasikan kepada kepentingan nasional serta mengingat bahwa kita, indonesia merupakan suatu negara tengah berkembang didalamnya mengandung makna, menata, membangun, merevisi, dan menyeleksi hal-hal yang bersifat inovatif. Penanaman bimbingan karir tidak hanya diperuntukkan pada sebagian masyarakat melainkan pada semua peserta didik untuk menunjang masa depannya dalam masyarakat.

2.       Tujuan Bimbingan Karir
Setiap perilaku mempunyai tujuan tertentu. Perilaku dalam hal ini yaitu kegiatan perencanaan karir. Dalam kegitan perencanaan karir, konselor hanya sebagai pembimbing apa yang akan dilakukan oleh konseli. Siswa yang harus lebih aktif dalam mengenali dirinya, memahami gambaran dunia kerja, dan para siswa itu sendiri yang akan memilih dan memutuskan pilihanya. Sedangkan para konselor hanya memberikan bantuan , pengarahan dan bimbingan.
Secara khusus tujuan bimbingan karir yaitu:
a.   Dapat menilai dan memahami dirinya terutama mengenai potensi-potensi dasar, minat, sikap, dan kecakapan.
b.  Mempelajari dan mengetahui tingkat kepuasan yang mungkin dapat dicapai dari suatu pekerjaan.
c.   Agar peserta didik mempelajari dan mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi dan minatnya.
d.  Agar peserta didik mempunyai sikap positif dan sehat terhadapa dunia kerja, artinya siswa dapat memberika penghargaan yang wajar terhadap pada setiap pekerjaan.
e.   Agar pesaerta didik mempelajari dan mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan untuk suatu pekerjaan tertentu.
f.   Agar perserta didik dapat melakukan penilaian pekerjaan secara tepat,(Moh. Surya, 1981: 3-4).
g.  Agar peserta didik dapat merencanakan masa depannya sehingga dia dapat menemukan karir dan kehidupannya yang serasi.
h.  Peserta didik dapat menemukan hambatan-hambatan yang ada pada diri dan lingkungannya dan dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
i.    Peserta didik akan sadar tentang kebutuhan masyarakat dan negaranya yang berkembang,(BP3K,1984: 2-3).

3.      Metode Bimbingan Karir
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa salah satu bimbingan karir ialah agar peserta didik dapat memahami dirinya sendiri. Kenyataan menunjukkan bahwa kesulitan yang dihadapi oleh individu banyak disebabkan oleh kurangnya pemahaman individu terhadap dirinya sendiri. Dan kaitannya dengan bimbingan karir peserta didik selain harus memperoleh informasi tentang dirinya, juga memperoleh informasi mengenai dunia karir.
Informasi yang diperlukan peserta didik didalam bimbingan karir yaitu:
a.        Jenis-jenis pekerjaan yang dilingkungannya.
b.       Jenis-jenis pekerjaan yang dapat dimasuki tamatan suatu sekolah.
c.        Kondisi dan masa depan dalam suatu pekerjaan.
d.       Jenis pendidikan yang tersedia untuk suatu pekerjaan.
e.        Beberapa syarat khusu suatu pekerjaan.
Dalam pemberian informasi dapat ditempuh secara kelompok dan individual. Untuk masalah yang sifatnya kelompok ditempuk dengan metode kelompok. Sedangkan masalah-masalah yang sifatnya individual, ditempuh dengan metode individual dengan konseling jabatan.
Adapun yang termasuk didalam metode kelompok yaitu:
a.         Pengajaran unit.
b.         Kegiatan home room.
c.         Field trip (karya wisata)
d.        Ceramah
e.         Wawancara
f.          Latihan kerja
g.         Penggunaan alat peraga seperti radio, tv, dan lain-lain
            Penyajian informasi denga mengghunakan metode kelompok dipilih atas dasar:
a.       Masalah karir, merupakan masalah umum bagi para siswa. Dengan penyelenggaraan bimbingan kelompok ini memberika kemungkinan kesempatan pada siswa untuk memperoleh; self-direction  dan self understanding, serta pengembangan rencana dimasa yang akan datang.
b.         Dalam bimbinghan kelompok ini dapat memilih diantara tiga bentuk yaitu bimbinga kelompok yang bersikap informatif, aktifitas kelompok dan penyembukan. (Nana Syaodih, 1977: 39-40).
c.         Hasil bimbingan kelompok ini merupakan bahan dalam bimbingan individual atau penyuluhan khususnya penyuluhan karir.
Adapun metode individual (Vocational Counseling) dilaksanakan langsung kepada masing-masing individu. Karena ada perbedaan individual dalam beberapa aspek, maka masalah pekerjaan yang dihadapi peserta didik pun dapat bersifat individual. Dan bantuan yang diberikan dapat bersifat individual, sesuai dengan keadaan masing-masing individu.
Setiap peserta didik diharapkan mampu membuat rencana sendiri dalam memperoleh pekerjaan dimasa depannya.untuk itu ia harus mampu mencocokklan antara bakat, minat serta kemampuan yang tersedia. Peserta didik harus membuat rencana yang realistik sesuai dengan kemampuannya.

4.    Program  Bimbingan Karir
Setiap kegiatan perlu didahului dengan pembuatan suatu program, hal ini agar apa yang menjaddi tujuan semula, dapat tercapai atau sekuurang-kurangnya membatasi penyimpangan yang terlalu jauh. Karena dengan pembuatan suatu program telah dipertimbangan dengan kondisi tepat, sekolah, kemampuan yang ada, fasilitas, kesempatan, sasaran didik dan personalia.

Program bimbingan karir meliputi:
a.         Asas pelaksanaan
1)      Pelaksanaan bimbingan karir disekolah harus didasarkan pada hasil penelusuran yang cermat terhadap kemampuan dan minat siswa serta pola dan jenis karir dalam masyarakat.
2)      Pemilihan dan penentuan jenis bidang karir didasarkan pada keputusan siswa sendiri melalui penulusan kemampuan dan minat serta pengenalan karir dalam masyarakat, baik karir yang sudah berkembang maupun yang mungkin dapat dikembangkan daslam masyarakat.
3)      Pelaksanaan bimbingan karir harus merupakan suatu proses yang berjalan terus mengikuti pelaksanaan program pndidikan disekolah dan sebaiknya juga setelah tamat sekolah.
4)      Pelaksanaan bimbingan karir harus merupakan perpaduan pendaya gunaan setinggi-tingginya potensi siswa dan potensi lingkungannya.
5)      Pelaksanaan bimbingan karir jangan sampai menimbulkan  tambahan bebanpmbiayaan yang berlebihan.
6)      Pelaksanaan bimbingan karir harus menjalin hubungan kerja sama antara sekolah, dengan unsur-unsur diluar sekolah, dan bersifat saling menunjang fungsi masing-masing, serta mengarah pada pencapaian tujuan pembinaan generasi muda ya ng diharapkan.

b.      Jadwal Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bimbingan karir sebaiknya tertuangkan di dalam jadwal kegiatan. Didalamnya mencakup langkah-langkah: persiapan, yang  meliputi pemberian informasi.
Dalam jadwal kegiatan terdapat paket bimbingan karir yang meliputi tiga komponen yaitu:
1)       Paket kegiatan siswa atau peserta didik, berisi tentang sasaran yang akan dicapai tiap-tiap sub topik uraian masalah dan tugas-tugas peserta didik.
2)      Lembaran kerja atau lembaran tugas, berisi tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik.
3)      Petunjuk untuk guru, berisi penjelasan, pengertian, dan prinsip-prinsip tentang bimbingan karir, tujuan bimbingan karir, fungsi pembimb ing dan petunjuk pelaksanaan.


5.      Fungsi Guru Pembimbing atau Fasilitator
Dalam melaksanakan pengajaran bimbingan karir dengan sistem paket, pembimbing mempunyai peranan yang sangat penting. Guru pembimbing atau fasilitator mengatur dan membimbing agar kegiatan-kegiatan paket itu dapat dilakukan oleh peserta didik dengan baik. Dalam pengajaran bimbingan karir tidak diadakan evaluasi atau tes seperti pada pelajaran biasa, tetapi penilaian lebih dititik beratkan pada sejauh mana peserta didik dapat melakukan, memahami, dan menghayati semua kegiatan-kegiatan dalam paket ini yang direncanakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Petunuk pelaksanaan tiap-tiap kegiatan dapat dilihat pada paker petunjuk pada fasilitator.

Daftar Pustaka

Gunawan, Yususf. 1992. “ Pengantar Bimbingan dan Konseling”. PT. Prenhallindo. Jakarta
Ahmadi, Abu. 1991. “Bimbingan dan Konseling di Sekolah”. PT. Rineka Cipta. Jakarta
Gani, Ruslan A. 1987. “Bimbingan Karir”. Angkasa. Bandung.

Jumat, 06 November 2015

CERPEN SUMPAH PEMUDA dengan judul Goresan Tinta Untuk Negeri.


Goresan Tinta Untuk Negeri.
Cerpen Karangan             : Fani Novita Sari
Jurusan                                : Bimbingan konseling
               
            Hal yang selalu terlintas dipikiranku, apakah aku bisa banggakan orang tuaku, banggakan negeriku, banggakan bangsaku dan banggakan tanah airku, walau seperti ini keadaanku?
Aku ingin menjadi anak yang hidup normal seperti teman-teman sebayaku. Menapaki setiap detik waktu belajarku disekolah, menoreh prestasi diusia muda, bergaul dengan teman, mampu bersosialisasi dimasyarakat, banggakan orang tua bahkan saat nyawa dan tubuhku telah terpisahkan oleh maut, sampai kapanpun juga aku ingin dikenang.
Bukan karena kebodohanku tapi karena prestasiku. Salahkah jika orang yang memiliki keterbatasan sepertiku berkeinginan mewujudkan hal itu?
Tapi mengapa aku dilahirkan dengan keterbatasan? Bagaimana aku bisa mewujudkan keinginanku jika keadaanku seperti ini ya Allah?
Namaku Rinta Ayu Dewi, orang-orang kerap memanggilku Rinta. Aku bukanlah anak dari seorang menteri yang hidup serba berkecukupan, bukan pula seorang anak dari pengusaha kaya. Ayahku yang hanya seorang satpam di SD dekat rumahku , bukanlah suatu pekerjaan yang bisa membantu ekonomi keluarga. Sedangkan ibuku hanya seorang buruh cuci. Usiaku genap 13 tahun saat 2 hari yang lalu. Kehidupanku sehari hari hanyalah membantu ibu menyelesaikan pekerjaan di rumah, juga menempuh pendidikan di salah satu sekolah menengah pertama luar biasa di kotaku.
SMPLB? Ibu dan ayah menyekolahkanku di sana karena aku mempunyai keterbatasan, tahukah kamu apa keterbatasanku? Aku salah satu anak indonesia penderita disleksia, sangat jarang memang di Indonesia ada anak yang menderita disleksia. Disleksia adalah kurangnya kemampuan dalam menyerap kalimat, berhitung dan menulis. Pada  saat ini, aku masih belum tau apa gerangan yang menyebabkanku menderita penyakit itu. Tetapi aku pernah mendengar, saat dokter berbincang dengan ayah dan ibuku, disleksia yang kuderita bukan karena ibu dan ayahku yang terlambat menyekolahkanku, bukan pula karena kemalasanku belajar, tetapi memang karena otakku tak mampu berfikir berat secara cepat.
Di sekolah, aku tak punya banyak teman. Aku mengenali mereka semua, tetapi tak ada yang mau mendekat kepadaku. Hanya Loli yang setiap hari bersamaku di sekolah. Ia juga mengidap disleksia sama sepertiku, tetapi ia juga mengidap kanker hati. Mungkin tak banyak anak yang mau berteman denganku bahkan mereka hanya berbicara sepatah dua patah kata denganku, karena hanya menghabiskan waktu, butuh lebih dari tiga menit untukku menjawab pertanyaan dari mereka. Dan itu sudah pasti tak menyenangkan.
Pernah saat itu, tetangga sebayaku, Anisa, bertanya kepadaku, “Dari tadi Aku mencari adikku kemana mana tidak ada. Apakah Kau melihatnya?” Anisa kewalahan mencari adiknya, menggerutu tak jelas, mukanya kelihatan sangat sebal.
Aku hanya mendengarkan ucapannya, lalu memandang wajahnya, dan kemudian mencoba mencerna apa yang ia katakan. Tetapi aku masih bingung dengan apa yang ia katakan. Aku memilih terdiam dan masih mencoba mencerna kalimat yang ia ucapkan.
“Hey Rinta, apa Kamu tidak tahu kalau aku lagi kesal? Aku tuh nanya ke Kamu. Kalau nggak tau ya bilang aja! Nggak punya mulut apa gimana sih? Nggak tau apa orang lagi kesal? Dasar idiot aneh”kata Anisa dengan suara yang keras.
Nampaknya Anisa seperti orang yang sedang marah. Aku jadi semakin bingung. Deretan kata yang ia ucapkan membuat hatiku sakit, walaupun aku tak sepenuhnya faham ucapannya.
Kebingunganku akan ucapan Anisa semakin membuat kepalaku pusing, otakku rasanya sakit.
Aku segera memutuskan untuk berlari masuk ke dalam rumah. Terdengar, di luar Anisa berteriak-teriak sembari mengatakanku idiot dan cewek aneh. Hal itu juga berlaku saat aku di sekolah. Saat aku sedang menulis, saat aku sedang berhitung, selalu saja aku merasa kepalaku pusing dan otakku memanas.
Dibalik semua keterbatasanku, aku masih punya mimpi. Secuil kecil mimpi anak Indonesia penderita disleksia. Yang ingin membanggakan kedua orangtua, membanggakan bangsaku, Dan apakah hal itu salah?

Walaupun aku berkebutuhan, apakah menurutmu aku tak bisa seperti yang lain? Bukannya aku menyombongkan diri, tetapi Kita kan sama-sama ciptaanNya, kita ada di satu bangsa, satu tanah air, dan memiliki bahasa kesatuan yang sama. Indonesia. Dan, salahkah anak Indonesia sepertiku bermimpi?
Pernah suatu ketika, aku mencoba membuat sebuah cepen dan artikel tentang diriku di buku kecilku, tanpa sepengetahuan ayah dan ibu pastinya. Jika mereka mengetahuinya pasti aku dimarahi mereka karena aku tak boleh berpikir terlalu berat. Dengan sekuat tenaga aku berfikir setiap malam. Merasakan sakit kepala yang berkepanjangan. 5 hari berturut turut. Entah bagaimana, 10 hari setelah selesai, cerpen artikelku dimuat di salah satu redaksi ternama di Jakarta. Ternyata ayahlah yang mengirimkan karyaku tersebut tanpa sepengetahuanku. Ternyata ketika aku menulis cerpen dan artikel ayah setiap malam memperhatikanku dari kejauhan . Aku berterima kasih pada ayah, juga pada ibu. Syukur selalu kuucapkan padaNya. Aku masih tak percaya. Dan aku berjanji akan terus berusaha mencoba dan belajar menulis di tengah keterbatasanku.
Hingga pada suatu hari, sebuah redaksi nasional memintaku menjadi salah satu jurnalisnya dalam sebuah event. Tahukah Kamu event apakah itu? Ternyata adalah konferensi pers Asian di Filipina. Aku akan berangkat ke Filipina? Ya Allah, benarkah ini semua? Apa yang aku impikan akan terwujud, menjadi jurnalis cilik pertama di ajang bergengsi tingkat Asia tersebut. Aku akan disejajarkan dengan para jurnalis asal negara-negara di Asia? Tentunya mereka lebih dewasa dan lebih paham akan dunia jurnalistik. Dan itu berarti aku akan bisa banggakan orangtua, juga tanah airku. Terima kasih ya Allah.
Tetapi sayang, 2 hari sebelum keberangkatanku ke Filipina, suatu hal buruk menimpaku. Dokter memvonisku menderita kanker otak stadium akhir, ternyata itulah yang menyebabkan mengapa aku menderita disleksia akut serta merasakan sakit yang luar biasa setiap saat. Ya Allah, cobaan apalagi yang engkau berikan ini? Aku masih ingin membanggakan orangtuaku, juga bangsaku. Aku mohon padamu ya Allah.
Hari ini adalah hari keberangkatanku ke Filipina. Aku tak sendirian, Bersama ayah dan juga ibu serta para karyawan dari redaksi lain. Pukul 13.30 sesuai dengan jam indonesia yang melingkar di pergelangan tanganku, pesawat landing di bandara Internasional Filipina. Tak lupa aku selalu mengucapkan puji syukur kepada Allah, agar apapun yang akan aku jalani membawa berkah dan membanggakan serta bernilai positif.
Satu hari setelah aku sampai di Filipina, adalah hari dimana konferensi pers Asian dilaksanakan. Tepat di hari Selasa, tanggal 28 Oktober 2014. Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda di Indonesia. Dan aku berharap, di tanggal baik ini aku bisa menjadi pemudi Indonesia yang membanggakan.
Perhelatan akbar telah selesai dilaksanakan. Aku tahu, semua masyarakat Indonesia menantiku. Menanti kabar apa saja yang akan aku ceritakan. Ayah juga bilang, sesampainya aku di Jakarta nanti, aku harus segera bertolak ke Istana Negara, untuk bertemu bapak Presiden Indonesia.
Pukul 08.00 pagi aku dan rombongan sampai di Jakarta. Aku dan juga ayah serta ibu segera mencari taksi untuk kutumpangi menuju istana negara. Namun, Allah berkehendak lain, saat di perjalanan tiba tiba kepalaku merasa sakit yang tidak seperti biasanya. Aku menjerit kesakitan. Ayah dan ibu panik, segera aku dilarikan ke rumah sakit.

2 jam di rumah sakit tak membuatku sadar. Aku tahu, ayah dan ibu merasakan kecemasan. Ya Allah, jika memang ini saatnya aku untuk pergi dari dunia ini aku ikhlas ya Allah. Aku sudah tidak kuat merasakan sakit dalam hidupku ya Allah. Tapi izinkan aku memeluk dan mencium tangan ibu dan ayah ku untuk terakhir kalinya.
Allah mengabulkan permintaanku. Aku tersadar hanya 5 menit saja dan aku meminta dokter memanggilkan ayah dan ibu. Sesampainya mereka ketempatku aku berbicara kepada mereka “ibu.. ayah.. Rinta bangga jadi anak ibu dan ayah.. maafkan Rinta karena belum bisa jadi anak yang berbakti, Rinta sayang ibu dan ayah“ aku mencium tangan ayah dan ibu, lalu memeluk keduanya sambil tersenyum bahagia. Kini malaikat maut telah mencabut nyawaku. Terdengar isak tangis yang begitu mendalam dari sanak saudaraku. Dan, aku meninggal dengan senyuman manis menempel di bibirku.
Terima kasih ya Allah. Engkau telah mengabulkan semua doaku. Engkau telah membuatku bisa membanggakan orangtuaku, juga tanah airku, di tengah keterbatasan yang Engkau berikan.
Semoga aku bisa menjadi contoh baik bagi semua pemuda dan pemudi Indonesia. Yang selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan. Tak pernah putus asa dalam setiap cobaan. Dan bisa membanggakan tanah air Indonesia tercinta ini.

Bangun pemuda-pemudi Indonesia…
Lengan bajumu singsingkan, untuk negara…
Masa depan indonesia ada digenggamanmu…
Goreskan prestasimu untuk tanah air tercinta...
Jaya pemuda Indonesia…
Jaya tanah air ku...

Tamat.

MAKALAH ALIRAN PENDIDIKAN MODERN DITINJAU DARI SUDUT ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI


FILSAFAT PENDIDIKAN
“ALIRAN PENDIDIKAN MODERN DITINJAU DARI SUDUT ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI”.


Disusun oleh :
KELOMPOK I
AYU PUSPA DEVI
FANI NOVITA SARI
FETI BIMARIYA SUWITA
FITRI WAHYUNI
HARYS YUSDAR RIZKI
REPAPUL MESANT




  FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS RIAU
TP:2015/2016


KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.  Segala puji dan syukur bagi Allah SWT. yang dengan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Sholawat dan salam tetap kami aturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw dan untuk para keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya yang setia mendampingi beliau. Terima kasih kepada teman-teman dan yang terlibat dalam pembuatan makalah ini yang dengan do'a dan bimbingannya makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar.
Dalam makalah ini, kami menguraikan tentang ” ALIRAN PENDIDIKAN MODERN DITINJAU DARI SUDUT ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI”  yang kami ambil dari berbagai sumber. Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari. Kami berharap makalah ini bisa dimafaatkan semaksimal mugkin.
Tidak ada gading yang tak retak, demikian pula makalah ini, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.



       
                                                                                                Pekanbaru, 20 September 2015


                                                                                                                                                                                                                                                                      Penyusun







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Aliran filsafat pendidikan modern......................................................................... 5
2.2 Aliran filsafat pendidikan modern ditinjau dari sudut :
     Ontologi, Epistimologi, Aksiologi.........................................................................   9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan              ............................................................................................... 12
3.2 Saran                        ............................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA  




BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Filsafat diakui sebagai induk ilmu pengetahuan ( the mother of sciences ) yang mampu menjawab segala pertanyaan dan permasalahan. Mulai dari masalah-masalah yang berhubungan dengan dengan alam semesta hingga masalah manusia dengan segala problem dan kehidupannya. Filsafat dengan pendidikan memiliki hubungan hakiki dan timbal balik. Berdirilah filsafat pendidikan yang berusaha menjawab dan memecahkan persoalan-persoalan pendidikn yang bersifat filosofis dan memerlukan jawaban secara filosofis.
1.2              Rumusan Masalah
1.      Menjelaskan tentang aliran filsafat pendidikan  modern.
2.      Menjelaskan aliran filsafat pendidikan modern ditinjau dari  sudut : ontologi,epistomologi dan aksiologi.
1.3              Tujuan
1.      Untuk mengetahui aliran filsafat pendidikan modern.
2.      Untuk mengetahui aliran filsafat pendidikan modern ditinjau dari sudut : ontologi, epistomologi dan aksiologi.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Aliran Filsafat Pendidikan Modern
1. Aliran Progresivisme
Adapun tokoh-tokoh aliran progresivisme ini, antara lain, adalah William James, John Dewey, Hans Vaihinger, Ferdinant Schiller, dan Georges Santayana.
Aliran progresivisme mengakui dan berusaha mengembangkan asas progesivisme dalam sebuah realita kehidupan, agar manusia bisasurvive menghadapi semua tantangan hidup. Dinamakaninstrumentalisme, karena aliran ini beranggapan bahwa kemampuan intelegensi manusia sebagai alat untuk hidup, untuk kesejahteraan dan untuk mengembangkan kepribadiaan manusia.Dinamakaneksperimentalisme, karena aliran ini menyadari dan mempraktikkan asas eksperimen untuk menguji kebenaran suatu teori. Dan dinamakan environmentalisme, Karena aliran ini menganggap lingkungan hidup itu memengaruhi pembinaan kepribadiaan (Muhammad Noor Syam, 1987: 228-229)
Aliran ini telah meletakkan dasar-dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada anak didik. Anak didik diberikan kebaikan baik secara fisik maupun cara berpikir, guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain (Ali, 1990: 146). Oleh karena itu, filsafat progesivisme tidak menyetujui pendidikan yang otoriter.
John Dewey memandang bahwa pendidikan sebagai proses dan sosialisasi (Suwarno, 1992: 62-63). Maksudnya sebagai proses pertumbuhan anak didik dapat mengambil kejadian-kejadian dari pengalaman lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, dinding pemisah antara sekolah dan masyarakat perlu dihapuskan, sebab belajar yang baik tidak cukup di sekolah saja.
Dengan demikian, sekolah yang ideal adalah sekolah yang isi pendidikannya berintegrasi dengan lingkungan sekitar.Karena sekolah adalah bagian dari masyarakat.Dan untuk itu, sekolah harus dapat mengupyakan pelestarian karakteristik atau kekhasan lingkungan sekolah sekitar atau daerah di mana sekolah itu berada. Untuk dapat melestarikan usaha ini, sekolah harus menyajikan program pendidikan yang dapat memberikan wawasan kepada anak didik tentang apa yang menjadi karakteristik atau kekhususan daerah itu. Untuk itulah, fisafat progesivisme menghendaki sis pendidikan dengan bentuk belajar “sekolah sambil berbuat” atau learning by doing (Zuhairini, 1991: 24).
Dengan kata lain akal dan kecerdasan anak didik harus dikembangkan dengan baik. Perlu diketahui pula bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemindahan pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan juga berfungsi sebagai pemindahan nilai-nilai (transfer of value), sehingga anak menjadi terampildan berintelektual baik secara fisik maupun psikis.Untuk itulah sekat antara sekolah dengan masyarakat harus dihilangkan.

2. Aliran Esensialisme
Esensiliasme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama, yang meberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas (Zuhairini, 1991: 21).
Para esensialis memandang, bawa ilmu pengetahuan mulai dari upaya manusia dalam memandang realitas melalui bantuan melalui alat panca indra .atas pengunaan pada dasar indranya, manusia kemudian akan dapat memahami dan mengerti apa yang ia lihat sehingga melahirkan ide dengan cara membuat realisisai antara fakta dan realitas antara lain adalah melalui kesadaran jiwa  dam memandang fakta tersebut . oleh karena itu adalah sesuatu hal mustahil ilmu pengetahuan tumbuh dan berkembang jika semata mata berdasarkan hal hal yang bersifat indrawi saja tanpa mengikut sertakan fungsi akal manusia.
Aliran ini berpendapat , bahwa segala sumber pengetahuan manusia terletak pada keteraturan lingkungan hidupnya. Kelompok esesialisme memandang bahwa pendidikan yang didasari pada nilai nilai yang fleksibel dapat menjadikan pendidikan memiliki arah dan orentasi yang jelas. Oleh Karena itu agar pendidikan memiliki tujuan yag jelas dan kukuh diperlukan nilai-nilai yang kukuh yang akan mendatangkan stabilan .untuk itu perlu dipilhi nilai-nilai data yang jelas dan teruji oleh waktu.
Esensialime memberikan penekanan upaya kependidikan dalam penguji ulang materi materi kurikulum, memberikan pembedaan esensial dan non esesnsial dalam berbagai program sekolah dan memberikan kembali pengukuhan otoritas pendidik dalam suatu kelas disekolah. Esensialis percaya bahwa pelaksanaan pendidikan memerlukan modifikasi penyempurnaan sesuai dengan kondisi manusia yang bersifat dinamis dan selalu berkembang , namun mengingat pengembangan manusia kan selalu berada dibawah asas ketetapan tanda kurang, akan pendidikan harus dibina atas dasar nilai-nilai yang kukuh dan tahan lama agar memberikan kejelasan dan kestabilan arah bangunanya.


3. Aliran Perenialisme
Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun praktik bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang (Muhammad Noor Syam, 1986: 154).Dari pendapat ini diketahui bahwa perenialisme merupakan hasil pemikiran yang memberikan kemungkinan bagi sseorang untukk bersikap tegas dan lurus.Karena itulah, perenialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah arsah tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari filsafat, khususnya filsafat pendidikan.
Menurut perenialisme, ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang tertinggi, karena dengan ilmu pengetahuanlah seseorang dapat berpikir secara induktif. Jadi, dengan berpikir maka kebenaran itu akan dapat dihasilkan. Penguasaan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pertama adalah modal bagi seseorang untuk mengembangkan pikiran dan kecerdasan. Dengan pengetahuan, bahan penerangan yang cukup, orang akan mampu mengenal dan memahami factor-faktor dan problema yang perlu diselesaikan dan berusaha mengadakan penyelesaian masalahnya.
Diharapkan anak didik mampu mengenal dan mengembangkan karya-karya yang menjadi landasan pengembangan disiplin mental.Karya-karya ini merupakan buah pikiran besar pada masa lampau.Berbagai buah pikiran mereka yang oleh zaman telah dicatat menonjol seperti bahasa, sastra, sejarah, filsafat, politik, ekonomi, matematika, ilmu pengetahuan alam, dan lain-lainnya, yang telah banyak memberikan sumbangan kepadaperkembangan zaman dulu.
Tugas utama pendidiakn adalah mempersiapkan anak didik kea rah kematangan.Matang dalam arti hiodup akalnya.Jadi, akl inilah yang perlu mendapat tuntunan kea rah kematangan tersebut.Sekolah rendah memberikan pendidikan dan pengetahuan serba dasar. Dengan pengetahuan yang tradisional seperti membaca, menulis, dan berhitung, anak didik memperoleh dasar penting bagi pengetahuan-pengetahuan yang lain.
Sekolah, sebagai tempat utama dalam pendidikan, mempesiapkan anak didik ke arah kematangan akal dengan memberikan pengetahuan.Sedangkan tugas utama guru adalah memberikan pendidikan dan pengajaran (pengetahuan) kepada anak didik. Dengan kata lain, keberhasilan anak dalam nidang akalnya sangat tergantung kepada guru, dalam arti orang yang telah mendidik dan mengajarkan.


4. Aliran Rekonstruksionisme
Kata Rekonstruksionisme bersal dari bahasa Inggris reconstruct, yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan, rekonstruksionisme merupakan suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern.Aliran rekonstruksionisme pada prinsipnya sepaham dengan aliran perenialisme, yaitu berawal dari krisis kebudayaan modern. Menurut Muhammad Noor Syam (1985: 340), kedua aliran tersebut memandang bahwa keadaan sekarang merupakan zaman yang mempumyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan, dan kesimpangsiuran.
Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia. Karenanya, pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yang tepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.
Di samping itu, aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur dan diperintah oleh rakyat secara demokratis, bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu. Cita-cita demokrasi yang sesungguhnya tidak hanya teori, tetapi mesti diwujudkan menjadi kenyataan, sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit,, keturunan, nasionalisme, agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan.

5. Aliran Progretivisme
Progresivisme secara bahasa artinya aliran yang menginginkan kemajuan-kemajuan secara cepat .Dalam konteks filsafat pendidikan progresivisme merupakan suatu aliran yang menekankan bahwa pendidikan bukanlah sekedar upaya pemberian sekumpulan pengetahuan kepada subjek didik tetapi hendaklah berisi keberagaman aktivitas yang mengarah pada pelatihan kemampuan berpikir secara menyeluruh,sehingga mereka dapat berpikir  secara sistematis melalui cara-cara ilmiah seperti penyediaan ragam data empiris dan informasi teoritis, memberikan analisis,pertimbangan,dan pembuatan kesimpulan menuju  pemilihan alternatif yang paling memungkinkan untuk pemecahan masalah yang dihadapi.
Progretivisme beranggapan bahwa kemajuan yang dicapai oleh manusia karena kemampuan manusia dalam mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan berdasarkan tata logis dan sistematisasi berpikir ilmiah oleh karena itu tugas pendidikan adalah melatih kemampuan kemampuan subjek didiknya dalam memecahkan berbagai masalah kehidupan yang mengarah pada pengembangan ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupannya dalam masyarakat .Aliran ini memandang ilmu pengetahuan sebagai sesuatu ilmu yang bermanfaat karena pengetahuan adalah sarana bagi kemajuan manusia.
Progretivisme berpendapat bahwa akal manusia bersifat aktif dan selalu ingin mencari tahu dan meneliti,sehingga ia tidak mudah menerima suatu pandangan atau pendapat sebelum ia benar-benar membuktikan kebenarannya secara empiris.
Asas pokok aliran ini adalah bahwa manusia selalu tetap survive terhadap semua tantangan kehidupannya yang secara praktis akan senantiasa mengalami kemajuan. Dengan asas ini, pendidikan bertujuan untuk membawa pengalamn empiris kepada anak didik sehingga terbentuk pribadi yang selalu belajar dan berbuat.Pendidik progresif selalu melatih anak didiknya untuk memecahkan problem- problem yang ada dalam kehidupan.Inti proses pendidikan pada aliran ini terdapat pada anak didik dalam konsepnya adalah manusia yang memiliki potensi rasio dan intelektual yang akan berkembang melalui pengkondisian pendidikan.Anak didik adalah manusia yang aktif, kreatif dan dinamis dalam menghadapi berbagai problem dalam lingkungannya.

2.2       Aliran Filsafat Pendidikan Modern Ditinjau Dari Sudut :
1.      ONTOLOGI
Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani.Studi ini membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret / nyata.Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis yang terkenal diantaranya Thales, Plato, dan Aristoteles.
·         Menurut Bahasa :
Ontologi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu on / ontos = being atau ada, dan logos = logic atau ilmu.
Jadi, ontologi  bisa diartikan :
The theory of being qua being (teori tentang keberadaan sebagai keberadaan), atau  Ilmu tentang yang ada.
·         Pengertian menurut istilah :
Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, yang merupakan ultimate reality yang berbentuk jasmani / kongkret maupun rohani / abstrak (Bakhtiar, 2004).
·         Ontologi pendidikan.
yaitu substansi pendidikan dalam semua perspektifnya,sebagaimana melihat pendidikan dari tujuan esensialnya sebagai pencapaian maksimal dari pendidikan.
Menurut Madepidarta,ontologi filsafat pendidikan mempertanyakan hal-hal berikut.
1.      Apakah pendidikan itu?
2.      Apa yang hendak dicapai?
3.      Bagaimana cara terbaik merealisasikan tujuan-tujuan pendidikan ?
4.      Bagaimana sifat pendidikan itu?
5.      Bagaimana perbedaan pendidikan teori dengan praktik?
6.      Bagaimana hakikat kurikulum yang disajikan ?
7.      Siapa dan bagaimana para peserta didiknya?
8.      Bagaimana system pengembangan bakat dan minat anak didik?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut memberikan inspirasi terhadap upaya pengembangan pendidikan yang bertujuan membentuk manusia yang berbudi luhur, rasional, terampil, dan mandiri. Manusia yang bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan diri, keluarga, masyarakat, dan Negara. Akan tetapi jawaban terhadap semua pertanyaan ontologis biasanya memerlukan penelitian, analisis, deskripsi, dan penjabaran.Oleh karena itu, dari ontologi filsafat pendidikan dilanjutkan oleh epistemology filsafat pendidikan.
Pendekatan ontologi atau metafisik menekankan pada hakikat keberadaan, dalam hal ini keberadaaan pendidikan itu sendiri.
Dalam perspektif holistic integratife, pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha memanusiakan manusia .Pendidikan di arahkan sepenuhnya untuk memberdayakan manusia secara lahiria dan rohaniah. Dengan pendidikan, manusia bukan hanya harus dilatih dan dikembangkan cara berfikirnya sehingga diperoleh kecerdasan intelektuialnya,melainkan dilatih dan dicerdaskan emosional dan spiritualnya.

2.      EPISTIMOLOGI
Secara etimologi, epistimologi merupaka kata gabungan yang diangkat dari dua kata bahasa yunani yaitu episteme dan logos. Episteme berarti pengetahuan atau kebenaran dan logos berarti pikiran, kata atau teori. Dengan demikian epistimologis dapat diartiakn sebagai pengetahuan sistematik menganai pengetahuan.
Hubungan antara epistimologis dengan pendidikan adalah untuk menhembangkan ilmu pendidikan secara produktif dan bertanggung jawab serta memberikan suatu gambaran-gambaran umum mengenai kebenaran yang diajarkan dalam proses pendidikan.

3.      AKSIOLOGIS
Aksiologis adalah istilah yang berasal dari bahasa yunani yaitu: axio yang berarti nilai. Sedangkan logos berarti teori atau ilmu. Aksiologi merupakan cabang ilmu filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Jujun S.Suriasumantri mengartikan aksiologi sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan yang diperoleh dari pengetahuan.
Pembahasan aksiologi menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu haruus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral yang ada di masyarakat, sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama. Bukan sebaliknya malah menimbulkan bencana.
Hubungan aksiologi dengan pendidikan adalah aksiologi mempelajari tentang manfaat apa yang diperoleh dari ilmu pengetahuan, menyelidiki hakikat nilai, serta berisi mengenai etika dan estetika. Penerapan aksiologi dalam pendidikan misalnya adalah dengan adanya mata pelajaran ilmu sosial dan kewarganegaraan yang mengajarkan bagaimanakah etika dan sikap yang baik itu. Selain itu ada mata pelajaran kesenian yang mengajarkan mengenai estetika atau keindahan dari sebuah karya manusia. Dasar aksiologi pendidikan adalah manfaat dari teori pendidikan tidak hanya perlu sebagai ilmu tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar yang sebaik-baiknya bagi pendidikan sebagai proses pembudayaan manusia secara beradab.










BAB III
PENUTUP
3.1                          Kesimpulan
Aliran filsafat modern ditinjau dapat ditinjau dari sudut ontologi,epistomologi dan aksiologi. Aliran filsafat modern ditinjau dari sudut ontologi yaitu Secara ontologis, filsafat pendidikan berusaha mengkaji secara mendalam hakikat pendidikan dan semua unsur yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan Hubungan antara epistimologis dengan pendidikan adalah untuk mengembangkan ilmu pendidikan secara produktif dan bertanggung jawab serta memberikan suatu gambaran-gambaran umum mengenai kebenaran yang diajarkan dalam proses pendidikan. Aksiologis adalah istilah yang berasal dari bahasa yunani yaitu: axio yang berarti nilai. Sedangkan logos berarti teori atau ilmu. Hubungan aksiologi dengan pendidikan adalah aksiologi mempelajari tentang manfaat apa yang diperoleh dari ilmu pengetahuan, menyelidiki hakikat nilai, serta berisi mengenai etika dan estetika.

3.2                          Saran
Hubungan antara filsafat dengan pendidikan bukan hanya sekedar diketahui secara teori tetapi juga terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar kita dapat mengambil manfaat dari sebuah pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA.

Gibson Robert dan Marianne Mitchell.2011.Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Winkel, W.S, dan M.M. Sri Hastuti.2008. Bimbingan dan Konseling Kelompok. Jakarta:  Rineka Cipta.

 Kurnanto Edi.2013.Konseling Kelompok.Bandung :Alvabeta.